BAB I
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
Pada umumnya serangga mempunyai kisaran inang tertentu. Kisaran inang merupakan ragam jenis tumbuhan dari suatu spesies serangga fitofag. Kisaran inang suatu serangga dapat menunjukkan seberapa banyak tanaman yang dapat di makan oleh serangga tersebut.. Kisaran inang suatu serangga dapat luas ataupun sempit tergantung serangganya.. Pengelompokan serangga fitofag berdasarkan kisaran tumbuhan inang terdapat 3 macam yaitu: monofag, oligofag, dan polifag. Serangga monofag hidup dan makan hanya pada satuatau beberapa spesies dalam satu famili tertentu. Serangga oligofag hidup dan makan pada berapa spesies dalam satu famili. Sedangkan serangga polifag hidup dan makan pada beberapa spesies tumbuhan pada berbagai famili.
Erionota thrax dikenal sebagai serangga penggulung daun pisang dan merupakan hama penting pada tanaman pisang. Serangga ini hanya dapat dijumpai pada tanaman famili Musaceae dan belum pernah ditemukan apakah mempunyai tanaman inang lainnya ( Marwoto, 2001 ). Akibat serangan yang cukup tinggi, menyebabkan semua daun tanaman habis dimakan sehingga tinggal tulang-tulang daun yang bergantungan, sehingga serangga tersebut digolongkan sebagai hama utama tanaman pisang.
Daun yang diserang ulat biasanya digulung, sehingga menyerupai tabung dan apabila dibuka akan ditemukan ulat di dalamnya. Ulat yang masih muda memotong tepi daun secara miring, lalu digulung hingga membentuk tabung kecil. Di dalam gulungan tersebut ulat akan memakan daun. Apabila daun dalam gulungan tersebut sudah habis, maka ulat akan pindah ke tempat lain dan membuat gulungan yang lebih besar. Apabila terjadi serangan berat, daun bisa habis dan tinggal pelepah daun yang penuh dengan gulungan daun.
Crocidolomia binotalis merupakan salah satu jenis hama yang menimbulkan masalah penting pada pertanaman kubis. Serangga ini dikenal juga sebagai hama yang sangat rakus dan larva terutama memakan daun-daun yang masih muda, tetapi juga dapat menyerang daun yang agak tua dan kemudian menuju kebagian titik tumbuh sehingga bagian titik tumbuh habis, akibatnya pembentukan krop akan terhambat atau terhenti. Kerusakan yang ditimbulkannya dapat menurunkan hasil sampai 100% ( Pathax , 2001).
Penggerek tongkol Helicoverpa armigera adalah serangga polifag yang menyerang beberapa komoditi tanaman seperti kacang gude, kapas, sorgum, tomat, tembakau, kacang tanah dan jagung ( Redsway T.D. Maramis ,2005 ). Redsway, melaporkan bahwa serangga ini merupakan hama utama dari tanaman jagung. Gejala serangan ulat penggerek tongkol dimulai pada saat pembentukan kuncup bunga, bunga dan buah muda. Larva masuk ke dalam buah muda dan memakan biji-biji jagung, karena larva hidup di dalam buah, biasanya serangan serangga ini sulit diketahui dan sulit dikendalikan dengan insektisida ( Marwoto dkk. 2001 ).
Gejala yang ditimbulkan oleh serangan larva Helicoverpa armigera antara lain serangan pada kuncup buah jagung yang masih muda rusak dan apabila seludangnya dibuka didalamnya ditemukan ulat. Bagian dari biji-biji jagung yang sudah terserang ulat tersebut menjadi hampa. Biji hampa dalam keadaan seludang terbuka memudahkan terkontaminasi jamur sehingga menjadi busuk.
- Tujuan
Mengetahui kisaran inang dari beberapa larva Lepidoptera. Selain itu juga mengamati gejala kerusakan yang ditimbulkan dari serangga fitofag.
BAB II
BAHAN DAN METODE
- Bahan
Bahan-bahan dan alat yang diperlukan dalam percobaan kisaran inang ini antara lain: larva Erionota thrak (Lep.: Hesperiidae), larva Crocidolomia binotalis (Lep.:Pyralidae), larva Helicoverpa armigera (Lep.: Noctuidae), Daun pisang ( Musaceae ), Daun kangkung ( Ipomoeaceae ), Daun talas ( Colocaceae ), Daun caisin ( Cruciferae ), Daun brokoli ( Cruciferae ), Jagung semi/ baby corn ( Poaceae ), Buah tomat ( Solanaceae ), Kertas alas, Kertas label, Cawan petri/ wadah plastik, Kuas kecil,dan gunting.
- Metode
Metode yang digunakan pada percobaan kisaran inang adalah sebagai berikut: Langkah pertama disiapkan wadah untuk perlakuan. Inang berupa daun digunakan cawan petri, sedangkan inang jagung dan buah tomat digunakan wadah plastik. Setelah itu kertas alas digunting dengan ukuran dasar wadah dan diletakkan di dasar wadah sebagai alas. Setelah itu kertas alas dilembabkan dengan meneteskan air namun tidak sampai terlalu basah. Kemudian daun-daun untuk percoban disiapkan masing-masing 5 cm x 5 cm sedangkan untuk jagung panjang 3 cm, untuk tomat dan kedelai satu buah.
Kemudian daun-daun, tongkol jagung, buah tomat atau kedelai tersebut di letakkan di dalam wadah, Satu wadah diisi dengan satu daun/ buah/ polong, dengan tiga perlakuan, yaitu: Perlakuan 1 dengan larva E. Tharx dengan inang daun pisang, daun kangkung, daun talas. Perlakuan 2 dengan larva C. binotalis dengan inang daun Caisin, daun brokoli, dan daun talas. Perlakuan 3 dengan larva H. armigera dengan inang tongkol jagung semi, bauh tomat, dan buncis. Setelah larva dimasukkan dalam wadah dan ditutup, kemudian larva tersebut dilaparkan selama 24 jam. Lalu, diamati apakah daun dimakan atau tida, jumlah luasan daun yang dimakan untuk setiap perlakuan. Setelah itu dibuat kelompok serangga monofag, oligofag, dan polifag.
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
1) Hasil Pengamatan Data kelompok 4
| Serangga | Inang | Bagian yang dikonsumsi |
| Erionota thrax | Kangkung | = 1,04% |
| Erionota thrax | Daun Pisang | = 4% |
| Erionota thrax | Daun Talas | |
| Crocidolomia binotalis | Brokoli | |
| Crocidolomia binotalis | Caisin | |
| Crocidolomia binotalis | Talas | Tidak ada yang dimakan(0%) |
| Helicoverpa armigera | Tomat | 28,9% |
| Helicoverpa armigera | Jagung | |
| Helicoverpa armigera | Buncis |
Keterangan:
Cara menghitung persen yang dimakan:
| Bagian daun atau buah yang dimakan X 100 % |
Luasan daun atau buah utuh
2) Ulangan Data Kelas
| Serangga | Inang
|
Presentase bagian tanaman yang dikonsumsi
Pada ulangan ke- |
|||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | ||
| Erionota thrax | Kangkung | 0,10% | 0% | 2% | 1,04% | 0% | 2% |
| Erionota thrax | Daun Pisang | 0,42% | 0% | 40% | 4% | 5% | 0,01% |
| Erionota thrax | Daun Talas | 0,50% | 0,10% | 0% | 0,12% | 0% | 0,01% |
| Crocidolomia binotalis | Brokoli | 60,0% | 6,14% | 1,3% | 7,84% | 40% | 50% |
| Crocidolomia binotalis | Caisin | 2,72% | 26,72% | 1,3% | 1,36% | 60% | 50% |
| Crocidolomia binotalis | Talas | 0% | 0,30% | 0,5% | 0% | 0% | 0,0% |
| Helicoverpa armigera | Tomat | 40% | 25,00% | 40% | 28,9% | 30% | 0% |
| Helicoverpa armigera | Jagung | 0% | - | 13% | 10,4% | 20% | 30% |
| Helicoverpa armigera | Buncis | 90% | 90% | 2,1% | 39,2% | 80% | 99% |
3) Hasil Penghitungan Rataan Menggunakan Data Kelas
| Serangga | Inang
|
Bagian yang dikonsumsi |
| Erionota thrax | Kangkung | = 1,69% |
| Erionota thrax | Daun Pisang | = 8,23% |
| Erionota thrax | Daun Talas | |
| Crocidolomia binotalis | Brokoli | |
| Crocidolomia binotalis | Caisin | |
| Crocidolomia binotalis | Talas | |
| Helicoverpa armigera | Tomat | |
| Helicoverpa armigera | Jagung | |
| Helicoverpa armigera | Buncis |
Keterangan:
Cara menghitung persen yang dikonsumsi untuk ulangan:
| Jumlah keseluruhan inang yang dikonsumsi X 100 % |
6 ( Ulangan )
Gambar Literatur :
Erionanta thrax
Helicoverpa armigera
Crocidolomia binotalis
4) Pembahasan
Pada dasarnya, serangga mempunyai kisaran inang tertentu. Kisaran inang itu merupakan ragam jenis tumbuhan dari suatu spesies serangga fitofag. Kisaran inang suatu serangga dapat menunjukkan seberapa banyak tanaman yang dapat di makan oleh serangga tersebut. Kisaran inang suatu serangga dapat luas ataupun sempit tergantung serangganya.
Berdasarkan percoban pertama yaitu menggunakan larva Erionota thrax yang diuji cobakan menggunakan daun kangkung ( Ipomoea aquatica forsk. ) Famili: Ipomoeaceae menunjukkan bahwa daun yang dikonsumsi sebesar 1,69 %, pada daun pisang Famili: Musaceae sebesar 8,23 % sedangkan pada daun talas famili Colocaceae sebesar 0,135 %. Berdasarkan hasil praktikum menandakan bahwa serangga Erionota thrax khususnya pada stadium larva merupakan Monofag
( hidup dan makan hanya pada satu atau beberapa spesies dalam satu famili tertentu ). Erionota thrax dikenal sebagai serangga penggulung daun pisang dan merupakan hama penting pada tanaman pisang. Serangga ini hanya dapat dijumpai pada tanaman famili Musaceae dan belum pernah ditemukan apakah mempunyai tanaman inang lainnya ( Redsway T.D. Maramis ,2005 ).
Pada percobaan kedua yaitu menggunakan larva Crocidolomia binotalis yang diuji cobakan pada Brokoli, Famili : Cruciferae menunjukkan bahwa daun yang dikonsumsi sebesar 30,97 %. Sedangkan pada Caisin, Famili : Cruciferae menunjukkan bahwa daun yang dikonsumsi sebesar 20,25 %. Pada daun Talas, Famili: Colocaceae menunjukkan bahwa daun yang dikonsumsi sebesar 0,086 %. Berdasarkan hasil praktikum menandakan bahwa serangga Crocidolomia binotalis khususnya pada stadium larva merupakan Oligofag ( hidup dan makan pada berapa spesies dalam satu famili ).
Pada percobaan ketiga yaitu menggunakan larva Helicoverpa armigera yang diuji cobakan pada Tomat, Famili : Solanaceae menunjukkan bahwa buah yang dikonsumsi sebesar 27,31%. Sedangkan pada Buncis, Famili : Leguminosae menunjukkan bahwa daun yang dikonsumsi sebesar 66,7 % Pada daun Jagung semi, Famili: Poaceae menunjukkan bahwa daun yang dikonsumsi sebesar 13,9 %. Berdasarkan hasil praktikum menandakan bahwa serangga Helicoverpa armigera khususnya pada stadium larva merupakan Polifag ( hidup dan makan pada berapa spesies pada berbagai famili ).
Pada beberapa ulangan terdapat inang jagung dan tomat yang sama sekali tidak dikonsumsi oleh larva. Hal ini dapat disebabkan pada inang jagung dan tomat berubah dari stadium larva menjadi stadium pupa. Hal ini lebih membuktikan bahwa Helicoverpa armigera sangat menyukai inang yang diberikan. Pada dasarnya, penggerek tongkol Helicoverpa armigera adalah serangga polifag yang menyerang beberapa komoditi tanaman seperti kacang gude, kapas, sorgum, tomat, tembakau, kacang tanah dan jagung ( Redsway T.D. Maramis ,2005 ).Redsway melaporkan bahwa serangga ini merupakan hama utama dari tanaman jagung.
BAB IV
KESIMPULAN
Umumnya serangga mempunyai kisaran inang tertentu. Kisaran inang suatu serangga dapat menunjukkan seberapa banyak tanaman yang dapat di makan oleh serangga tersebut.. Kisaran inang suatu serangga dapat luas ataupun sempit tergantung serangganya.. Berdasarkan hasil praktikum menandakan bahwa serangga Erionota thrax khususnya pada stadium larva merupakan Monofag
( hidup dan makan hanya pada satu atau beberapa spesies dalam satu famili tertentu ). Karena inang yang paling banyak dikonsumsi adalah pisang, sedangkan inang yang lain hanya sedikit sekali apalagi pada daun alas. Erionota thrax dikenal sebagai serangga penggulung daun pisang dan merupakan hama penting pada tanaman pisang. Pada Crocidolomia binotalis khususnya pada stadium larva merupakan Oligofag ( hidup dan makan pada berapa spesies dalam satu famili ). Serangga ini makan daun dari famili Cruciferae. Pada Helicoverpa armigera khususnya pada stadium larva merupakan Polifag ( hidup dan makan pada berapa spesies pada berbagai famili ). Ulat penggerek tongkol Helicoverpa armigera jika menyerang tongkol jagung maka jika seludangnya dibuka didalamnya ditemukan ulat. Bagian dari biji-biji jagung yang sudah terserang ulat tersebut menjadi hampa. Sedangkan pada buncis yang dimakan adalah bagian biji di dalamnya.
BAB V
DAFTAR PUSTAKA
Marwoto, Suharsono dan Bejo, 2001. Pengendalian Hama Terpadu Pada Budidaya Kedelai. Buletin Palawija. Jurnal Tinjauan Ilmiah. Penelitian Tanaman Palawija. No. 1-2001.Balaitkabi-Malang. Hal. 15-23.
Pathak, V.N.2001. Diseases of fruit Crops. Oxford and IBH Publ.Co., New Delhi, 309 hal.345
Redsway T.D. Maramis ,2005. http://tumoutou.net/3_sem1_012/trizelia.htm, diakses tanggal 5 April 2009.
LIianika, 2009. www.butterflypals.com, diakses tanggal 5 April 2009.
Gustilin,2008. www.infonet-biovision.org, diakses tanggal 5 April 2009.
Lujit,kuiiinj,2009. www.viarural.com.ar, diakses tanggal 5 April 2009.